Menyadari
Saat sepi kembali menyapa
Saat itu pula Aku mulai sadar
Saat tak ada lagi tawa terdengar
Aku mulai meratapi kesendirian
Cerita tak selamanya selesai
Adakalanya bosan meradang
Tertarik akan cerita yang lain
Begitupula kebersamaan
Tangan yang saling menggenggam
Bahu untuk berbagi
Ucapan yang saling menguatkan
Terpisah karena keegoisan hati
Semua tak lagi sama
Cerita kali ini tak mungkin rampung
Disini Aku yang pergi sayang ..
Keegoisan tak akan menyatukan
Berpisah
Kamu si pemilik rasa
masih bertahankah Kamu?
Doa ku masih sama seperti kemarin
Semoga Aku dan Kamu bahagia
Dan tahukah Kamu?
Doa ku terjawab
Aku dan Kamu bahagia
Tapi tak bersama
Tak apa-
Aku berharap masih akan ada senyum yang dapat Aku miliki suatu saat nanti
Dan Kamu pun begitu. Amiin
Kesempatan
Wahai kembang yang merekah
Siapkah menerima sang kupu-kupu?
Pintu terbuka
Hati bersorak
Usaha-
Doa
Kesempatan pasti menghampiri
Dua insan yang tak saling mengenal -Dulu
Tersenyum menggenggam kenangan yang belum usai
Merangkai potongan-potongan cerita
Berharap semoga cerita kali ini rampung
Tak mengundang air mata juga duka
Aku akan bahagia
Bukan dengan masa lalu
Melainkan dengan kenyataanku kini
Happy Ending Masa Depan~
Ending
Kenyataan - Kepastian
Dua opsi penghujung kesempurnaan
Saat waktu terasa berjalan lambat
Pada saat itu pula aku memantapkan hati
Akhir nafasku denganmu
Bertahan pada satu rasa bersama
Persatuan dua jiwa yang berbeda
Jangan lelah bertahan bersamaku
Mengukir nama berdua untuk satu tujuan yg sama
Yap, kayak gitu deh puisi buatan anak kurang kerjaan saat guru lagi serius2nya nerangin materi tapi gue dengan cueknya malah nulis puisi. Sebenernya puisi yg terakhir itu belom selesai tapi nggak papa lah yaa anggep aja udah ending gituuu 😆 sekian cuap cuap nggak penting gue, kita kembali lagi besok dengan entah apa post'an nggak jelas gue yg lainnya. Bhaayyy 😙
Tidak ada komentar:
Posting Komentar